A.1
LATAR BELAKANG
Kemajuan suatu negara sangat ditentukan
oleh kemampuan dan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan
sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan
masyarakatIndonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia dilihat dari
keanekaragaman kekayaan sumber daya alamnya. Tetapi ironisnya, negara tercinta
ini dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia bukanlah merupakan sebuah
negara yang kaya malahan termasuk negara yang miskin. Mengapa demikian? Salah satu
penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut
bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya tetapi juga menyangkut
kualitas moral dan kepribadiannya dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparat
penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi di semua kalangan termaksud
korupsi di lingkungan masyarakat
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis
hasil Survei Perilaku Anti-Korupsi (SPAK) di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Terdapat beberapa indikator kebiasaan atau perilaku di masyarakat yang menjurus
kepada perilaku koruptif. Indikator tersebut dibagi menjadi tiga lingkup, yaitu
lingkup keluarga, lingkup komunitas dan lingkup publik.
Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin
menyebutkan, pemberian uang oleh masyarakat kepada tokoh-tokoh agama atau tokoh
masyarakat masih sering dilakukan. Bahkan, hanya 36,32 persen masyarakat yang
menilai pemberian uang atau barang kepada tokoh-tokoh tersebut ketika satu
keluarga melaksanakan hajatan adalah hal tidak wajar.
Sedangkan sisanya menganggap pemberian
tersebut wajar.
"Sedikit menurun dari tahun
sebelumnya (2014) yaitu 37,76 persen yang menganggap tidak wajar," ujar
Suryamin.
Pemberian uang atau barang juga kerap
diberikan jelang hari raya keagamaan (46 persen). Tak hanya pada tokoh-tokoh
agama, pemberian juga diberikan kepada pejabat setempat (RT/RW/Kades/Lurah).
Sebanyak 60,37 persen masyarakat menilai
pemberian uang atau barang kepada mereka ketika satu keluarga melaksanakan
hajatan adalah hal tidak wajar. Sementara 72,56 persen masyarakat menilai tidak
wajar perilaku memberi uang atau barang kepada pejabat setempat ketika jelang
hari raya.
Sehingga Titel atau
julukan sebagai negara terkorup tentunya membuat Indonesia tidak nyaman.
Berbagai langkah pun dilakukan oleh pemerintah. Namun, upaya tersebut tidak
memberi hasil optimal dan memuaskan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar